Monday, June 16, 2014

AKHIR PENANTIANKU

AKHIR PENANTIANKU “Aaaaa!! akhirnyaa!! Hari yang ku tunggu tiba juga!” Teriak Nasha dari balik selimutnya. hari itu, tanggal 2 Desember 2013 menjadi sejarah bagi hidup Nasha. Hari ulang tahunnya yang ke 13. Pagi itu Nasha bangun dengan semangat 45 sambil lompat lompat, lari lari kayak kodok. Pagi itu Nasha berangkat sekolah diantar mamanya. 2 sahabat Nasha sudah menunggu kehadirannya di gerbang sekolah. “Nashaa!! Happy birthday yah!! God Bless u, makin cantik, awet muda, makin apa aja dehh!” Teriak Vero dan Silvia, 2 sahabat Nasha, “waaahh!! Makasih ya cintaa!!, hihi. romantis banget deh pagi pagi udah nungguin aku di gerbang” canda Nasha, serentak mereka langsung tertawa terbahak bahak mendengar ucapan nasha. setelah sampai di kelas, teman sekelas nasha menyalami dan mengucapkan selamat pada Nasha. Tiba tiba sesosok bayangan melintas di depan kelas Nasha. Dengan cepat, Nasha langsung melesat ke luar kelas. Dan. Yah. Itu Leonel. Kakak kelas yang ditaksir Nasha sejak 1 tahun yang lalu. Alasan mengapa Nasha tak dapat move on karena dia cinta. Bukan sekedar suka. Nasha memang seneng hari itu, tapi kebahagiannya tak akan lengkap tanpa ucapan dari Leonel. Nasha terup berharap, terus berharap agar Leonel mengucapkan “selamat ulang tahun” pada Nasha. Entah Leonel tidak tau atau lupa, tapi ucapan tersebut tak kunjung keluar dari mulut leonel maupun dari BBM. Betapa kecewanya Nasha pada saat itu. saat pelajaran berlangsung, tak henti hentinya ia melamun. Sampai pada waktu pulang. “Sha, dia nggak ada ucapin ke lo?” Tanya vero, “ngga Ver. dia gak tau mungkin.” Balas Nasha dengan muka lesu, “Oow” jawab Vero singkat. Setiba di rumah, Nasha langsung menghempaskan badannya ke kasur tanpa mengganti seragamnya terlebih dahulu. lalu ia mengecek BBMnya. “No new messages” .. Nasha langsung meletakkan hpnya ke balik bantal. Bad mood rasanya ketika Nasha membaca tulisan tersebut. “Masa dia nggak ucapin sih? Apa dia lupa? Apa dia nggak tau?” Gerutu Nasha. Leonel memang terkenal cueknya. Dan sifat cuek itu lah yang menarik perhatian Nasha untuk mulai mendekati Leo. Setelah marah marah nggak jelas, Nasha merasa ngantuk menguasai dirinya. lalu ia tertidur. Nasha tertidur sampai malam. tiba tiba ia terbangun dengan bunyi hpnya yang berdering. “Hoamm. siapa sih yang nelfon? Ganggu aja deh” Gerutu Nasha lagi. “Haloo” Balas Nasha dengan suara habis bangun tidur. “Halo, bentar lagi gue nyampe, buruan, mau ngajak lo keluar.” Balas suara di sebrang sana. “Ini sia…” Baru saja Nasha ingin bertanya tetapi telefonnya telah diputuskan oleh yang menelfon. “Iihh!! Siapa sihh?! nyasek banget! Nggak kasi tau siapa!, trus tiba tiba suruh orang keluar, suruh cepat pula!!” Bentak Nasha nggak jelas. Tapi Nasha langsung mandi dan berpakaian. Malam itu nasha memakai setelan baju kaos lengan panjang warna biru muda ditambah celana 3 per 4 warna coklat muda dan sepatu convers. sambil menenteng tas, Nasha langsung ke luar kamar lalu berlalu menuruni anak tangga di rumahnya sambil ngos ngosan setelah mendengarkan klakson mobil yang berasal dari depan rumahnya. Nasha membuka pintu rumah dan tampak sebuah mobil Fortuner hitam yang berhenti di depan rumahnya. Tok tok tok. Nasha menegetok jendela pintu penumpang depan mobil tersebut. Ciiit. jendela itu terbuka dan. Terlihatlah pangeran Nasha di sana. Di kursi setir. Sedang menatap Nasha. “Wahh!! mimpi apa gue tadi? Tatapan langsung sama Leo?” Gumam Nasha dalam hati. “Kak, nyari siapa?” Tanya Nasha yang memulai pembicaraan setelah beberapa lama mereka terdiam. “Tadi yang nelfon tuh gue” balas Leo dengan tak sabaran. “Wihh!! Dia naksir yah sama gue? Dapat nope gue dari mana?” Tanya Nasha dalam hati. “Cepetan masuk!!” Bentak Leo yang dari tadi nungguin Nasha masuk ke dalam mobilnya. “Eh iya kak.” Balas Nasha. “Sabar dikit napa itu cowok?” bisik Nasha. “Apa lo bilang?” Kata Leo yang membuat Nasha jadi salah tingkah. “Nggak ada kak. Ini mau ke mana?” Tanya Nasha penasaran. “Liat aja ntar” balas Leo dengan senyum jahil di wajahnya. Selama 20 menit perjalanan, tak ada kata kata yang keluar dari mereka berdua. Perjalanan itu dijalani dengan suasana tenang damai dan tak ada suara seperti di kuburan. “Sampai” kata Leo sambil melepas seat beltnya. Nasha yang sudah tak sabaran langsung melepasnya seat beltnya dan langsung keluar dari mobil. “Woahh!! Ini tempatnya keren banget kak!” Kata Nasha dengan mata yang melebar seperti matanya ingin melompat keluar dari tempatnya. Leo mengajak Nasha ke suatu bukit di daerah puncak. “Lo mau malam ini temenin gue di sini?” Tanya leo, “mau banget lah kak!! tempatnya bagus begini!” Balas Nasha bahagia. “Bagus. Sekarang udah jam 6.55. 5 menit lagi, lihat apa yang bakal terjadi di langit langit itu” kata Leo sambil menunjuk langit langit. 6.56, 6.57, 6.58, 6.59, 7.00! Tiba tiba Ada kembang api yang indah di langit langit tersebut dan membentuk “I” lalu kembang api yang ke dua membentuk gambar hati. lalu yang ketiga. membentuk huruf N. Lalu ketika Nasha menghadap ke arah Leonel, Leonel telah berlutut di hadapan Nasha sambil menyodorkan sebuah kado. Cincin. Leo memberinya sebuah cincin. “Happy Birthday Nasha!! Be my princess!” Kata leo yang secara tidak langsung mengutarakan perasaannya ke Nasha. Butiran butiran bening jatuh di pipi mulus Nasha membuat Leo terheran”. “Sha, kamu gak papa kan? Kamu nggak suka yah?” Tanya Leo khawatir. “Perasaan ini deh yang aku pelajari dari vero” Bisik Leo dengan tampang tak bersalah. “Kak!! Kamu. Romantis banget.” Kata Nasha. “Would you be my.” Kata kata leo terputus ketika Nasha buru buru menjawab duluan. “Yes” potong Nasha. Otomatis Leo ketawa lalu memeluk Nasha. Malam itu. Benar benar menjadi sejarah bagi Nasha dan Leo. Mereka sama sama menjadi First love. Nasha itu first love Leo dan sebaliknya. “Akhirnya penantianku tak sia sia” gumam Nasha sambil menatap Langit malam yang ditemani Leo di sampingnya.

No comments:

Post a Comment